Selamat Hari Anti Korupsi Internasional


Untuk menyambut Hari Anti Korupsi Dunia yang jatuh pada hari ini, Rabu, 9 Desember 2009, maka saya akan mengulas sedikit mengenai korupsi. Semoga bermanfaat.

Korupsi, satu kata yang sering kita – sebagai masyarakat Indonesia – dengar sejak kecil dahulu hingga saat ini. Penyakit masyarakat ini sudah merajalela sejak lama. Dimanapun praktik – praktik korupsi bisa kita temukan, mulai dari anak sekolah hingga pejabat tertinggi di negeri ini. Korupsi juga lintas negara dan lintas budaya. Jadi, korupsi memang sangat berbahaya.

Sejak tahun 1995 transparansi internasional membuat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang memuat daftar negara-negara di dunia berdasarkan persepsi (anggapan) publik terhadap korupsi di jabatan publik dan politis. Negara kita, Indonesia pada tahun 2009 menempati peringkat 111, bersama Mesir, Algeria, Djibouti, Kiribati, Mali, Solomon Island, Sao Tome and Principe.

Pada Peta Indeks Persepsi Korupsi tahun 2009 ini dapat dilihat negara-negara yang memiliki tingkat korupsi yang tertinggi hingga terendah. Warna Biru yang semakin tua menandakan indeks korupsi yang tinggi, sedangkan Biru yang memudar adalah sebaliknya, indeks korupsi rendah. (Coba Anda perhatikan Warna negara kita, Indonesia).

Korupsi berpengaruh sangat buruk bagi masyarakat. Dampaknya berpengaruh terhadap kebebasan, kesehatan, dan uang. Pada kondisi yang paling buruk, korupsi dapat mengakibatkan kematian (pernahkah anda bayangkan, kecelakaan-kecelakaan yang terjadi karena infrastruktur buruk yang dibangun seadanya karena sebagian besar anggarannya dikorupsi?). Korupsi akan membuat tingginya tingkat kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Ketegangan sosial akan terjadi, dan kestabilan negara terancam.

Korupsi tak boleh dibiarkan. Iya harus diberantas, dan dicabut sampai ke akar-akarnya. Kita harus mulai mendidik diri sendiri dan anak-cucu kita untuk menghindari perilaku tidak baik ini. Mudah-mudahan, Indonesia, suatu saat akan terbebas dari penyakit ini. Amin.

Sebagai penutup, ada sebuah video kampanye anti korupsi dari Tranparency International yang mengibaratkan korupsi itu adalah sebuah pertunjukkan sulap yang dapat menghilangkan benda (uang) dengan menggunakan trik-trik tertentu (korupsi).

Bagaimana pendapat Anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: