Nanya dong…


 

smile-question1

SAYA RASA banyak dari kita (orang Indonesia) yang merasa “bertanya” adalah sebuah makhluk yang menakutkan. Banyak dari kita yang merasa takut untuk bertanya. Kita seringkali lebih nyaman tenggelam dalam ketidaktahuan daripada membuka mulut dan bertanya tentang sesuatu yang kita tidak tahu atau mengerti.

SERINGKALI KETIKA kita mau bertanya sesuatu, yang terjadi adalah keringat mulai keluar segede jagung, mata ngelirik ke kanan-kiri sambil harap-harap cemas kalau bakal ada yang nanya duluan, “kalo bisa orang lain duluan deh yang nanya jangan kita,” begitu pikir kita. Syukur-syukur pertanyaan yang mau kita ajukan sudah ditanyakan sama orang tersebut. Berat rasanya untuk mengangkat tangan dan menggetarkan pita suara untuk bertanya.

Bertanya berarti Blo’on, Nggak nanya berarti lebih blo’on.

Kok aneh gitu statement-nya?? Ya iyalah, coba anda baca Quotes dibawah ini:

A person who asks is a fool for five minutes, but a person who didn’t asks is a fool forever.

(Mohon maaf, saya lupa ini Quotes dari siapa)

GET IT guys?? Yup, kalo kita bertanya sesuatu yang kita nggak ngerti emang nandain kalo kita (mungkin) o’on, untuk sementara lho, pada akhirnya kita jadi paham dan mungkin jadi expert untuk suatu masalah. Tapi coba kalo nggak nanya sama sekali, o’onnya forever cuy, nggak enak banget kan? Cuma ngangguk-ngangguk tapi sebenernya nggak tahu apa yang dianggukin.

OK, SO kita harus mulai belajar untuk berani bertanya. Bertanya apapun yang belum kita mengerti. Bagi yang muslim -sebagai motivasi aja- Malaikat aja nanya ke Allah waktu Nabi Adam diciptakan untuk jadi khalifah di dunia:

Mengapa kau ciptakan makhluk yang akan membuat kerusakan di dunia ya Allah?

(Mohon maaf kalo ada kesalahan dalam penulisan terjemahan ayat tersebut)

TANYALAH APAPUN yang kita nggak mengerti. Sebagian besar orang senang bila dianggap tahu kok, jangan takut. Asalkan kita bertanya dengan cara yang sopan, saya yakin, yang kita tanya pasti nggak akan tersinggung, minimal kalo dia nggak mau jawab, dia akan menolak secara halus. Ok??

SO …….. ASK ANYTHING ………

Happy Asking. :)

2 Comments

  1. dhian said,

    August 30, 2009 at 3:57 am

    I am totally agree with you..

    Sering banget para presenter2 training bilang kalo ”there’s no dumb question unless you don’t ask”. Tapi dari yg sudah saya cermati, memang kecenderungan ”malu bertanya sesat di jalan” itu begitu melekat di jiwa bangsa kita ini dan itu disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah ketidakbiasaan.

    Bukan berarti menyalahkan pola pendidikan sekolah yang dulu rata2 bersifat satu arah. Ga juga sih, karena kan biasanya para guru juga memberikan kesempatan kepada murid2nya utk bertanya. Tapi kebiasaan siswa aktif, ingin tahu, bahkan sekedar memberikan pendapatnya, itu pentiiiiiiing bgt! Karena ke depannya dia akan terbiasa untuk bertanya mengenai apapun yang dia belum tahu.

    Nah, biasanya kan orang yang ‘aktif’ bertanya ya yang itu2 lagi, alias dia2 lagi. Dan terkadang tipe2 penanya ini juga bervariasi, mulai dari yang nanyanya bener2 (sesuai dengan materi, ga ngelantur), tapi ada juga orang yang biar dibilang ‘kritis’, jadi dia bertanya sesuatu yang dipaksakan (pokoknya nanya aja, sampe yang ditanyain pun bingung ngejawabnya). Terkadang untuk tipe yang kedua ini, agak2 menyebalkan. Karena motifnya ga jelas, entah ingin menyudutkan yang ditanya atau ingin dibilang orang, ya itu tadi ‘kritis’, atau kalo di sekolah dulu, biar dapet nilai plus dari gurunya. Menurut saya sih, kalo nanyanya masih dalam konteksnya, ya ga apa2 nanyain apapun juga, asal itu tadi, jangan maksa.

    Tapi emang kok, hampir 80% dari yang sudah saya amati, rata2 orang2 yang bertanya itu, cepat majunya. Karena mereka terus berpikir dan berpikir. Minimal 5 kali nanya ‘why’, baru deh diem abis itu.

    Belum terlambat rasanya kalo kita mencoba menerapkan sikap mental ‘berani bertanya’ dari sekarang. Disarankan untuk yang punya adik2 yang masih kecil, coba sering2 diajak berkomunikasi/diskusi, awalnya memang agak sedikit dipaksa untuk berani ngomong, berani nanya. Jangan takut juga kalo kita ga bisa menjawab pertanyaannya. Justru kita juga bisa belajar lagi untuk mencari tahu. Jangan salah loh, justru dari pertanyaan2 anak kecil yang polos, kita akan belajar hal lebih banyak lagi.

    Bertanya bukan hanya berguna untuk si penanya, tapi juga berguna untuk si presenter. Salah satunya adalah belajar untuk menghargai pendapat orang lain. Walaupun si penanya menanyakan sesuatu yang jawabannya udah jelas di depan mata, sebagai seorang presenter yang baik, kita juga wajib tau etikanya menyampaikan sebuah jawaban. Jangan juga merasa paling pintar, jadi meremehkan pertanyaan si penanya. Biasanya yang kayak begini2 ini yang membuat trauma mendalam buat si penanya, jadinya males dia nanya2 lagi.

    Maaf ya Kak Indra, kalo comment-nya kepanjangan, soalnya I also concern with this problem and want to share with you all based on my experience. Hope it will be useful. Thanks.

  2. moiindra said,

    September 22, 2009 at 5:35 pm

    Its very Useful an. Jarang banget orang yang mo nengok bahasan tentang ini, padahal hal ini penting banget. Thx y untuk comment-nya. Ayo budayakan bertanya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: